paul's words about ei tu ze
>paul...thanks banget buat comment-nya - it means a lot to me :) salam kenal !
I know it's old tapi gua enjoy banget baca nih buku jadi in case ada yang blom baca...
ei tu ze bukan impian biasa
by Danni Junus
Terbitan GagasMedia 2004
ISBN 979-3600-44-6
Gua demen banget sama buku ini. Menurut gua cerita kayak gini yang sebetulnya kudu dibikin film.
Pertama settingnya sangat positif untuk diangkat (penulis, penyiar, arsitek, kuliah). Buat yang masih muda-muda bisa jadi inspirasi mau diapakan masa depan mereka. Meski tentu saja oversimplified (penulis kelihatan berusaha keras untuk kasih message ini) dibanding realita tapi bukan nggak mungkin jadi kisah nyata. Paling tidak profesi-profesi itu kan nyata.
Kedua bahasanya gaul tapi nggak norak. Gua nggak setuju sama salah satu komentar yang bilang dialog sms di buku ini agak kebanyakan I think it's what make the book feels so real. Cara buka topik, cara nanya, cara mutusin sesuatu, cara becanda, memaki... it's so familiar karena paling tidak separo percakapan itu pernah gua alami. Unfortunately not with a girlfriend but at least it proves am not alone.
Ketiga topiknya juga nggak enteng. Thus gua nggak anggap ini chicklit. Topiknya itu bisa 'memaksa' pembacanya untuk 'naik kelas' in terms of kedewasaan. Buat ceweq mungkin ini bisa inspire bahwa dunia nggak perlu terasa 'lain' just because you're a woman. Again tentu saja oversimplified but doable, possible and most important thing is - it's real, dear. Buat cowoq ini bisa jadi bocoran what women wants... *wicked smile* I don't like the ending much. It reminds me of Kramer vs Kramer. Too hard to understand too painful to admit but it's true and nothing really change. It all comes down to how you define happiness. How it sometimes depends to other soul's happiness. When nothing else matter but her happiness. En terkutuklah sang cowoq manakala hal yang membahagiakan ceweqnya adalah hal yang membunuh kebahagiaannya sendiri. He's screwed either way. Atari dilukiskan merasa bersalah but the truth is... there's no other way. Kalau dia sok 'ngalah' hasilnya juga nggak akan bagus. It's a timebomb waiting to explode. You don't do things cause you have to. Gua lebih sreg sama ending Rivan. That's practically what happen when a man loves a woman...
*sigh*
Kalaupun ada yang bikin jidat gua berkerut adalah pilihan pengarangnya untuk tetap menggunakan orang pertama buat narasi padahal karakternya udah pindah. Lama-lama kebiasaan sih but heran saja, buat apa gitu ? Next tempo plot yang bikin kaget. Waktu mau kenalan sama Atari waduh... muter-muter tapi begitu jadi... bak buk bak buk tahu-tahu jadi ini... tahu-tahu berhenti kerja dan jadi itu... tahu-tahu ngetop.... tahu-tahu ke londo... London maksudnya. Tapi yang satu ini gua maklum karena itu yang gua alami waktu nulis cerpen buat proyek Bung Aggus. Isman mungkin bisa cerita banyak how mess up I am as a writer. Mua ha hah a ha ha hahahahahhaaa
Lho koq jadi ngomongin gua ? ANYWAY...
Sebagai satu karya. Gua rekomen ini buat di koleksi. Especially women. It's gonna be a great feel good movie one day. But right now ? It's one hell of a feel good novel.
Forever a fan,
pAUL
ei tu ze bukan impian biasa
by Danni Junus
Terbitan GagasMedia 2004
ISBN 979-3600-44-6
Gua demen banget sama buku ini. Menurut gua cerita kayak gini yang sebetulnya kudu dibikin film.
Pertama settingnya sangat positif untuk diangkat (penulis, penyiar, arsitek, kuliah). Buat yang masih muda-muda bisa jadi inspirasi mau diapakan masa depan mereka. Meski tentu saja oversimplified (penulis kelihatan berusaha keras untuk kasih message ini) dibanding realita tapi bukan nggak mungkin jadi kisah nyata. Paling tidak profesi-profesi itu kan nyata.
Kedua bahasanya gaul tapi nggak norak. Gua nggak setuju sama salah satu komentar yang bilang dialog sms di buku ini agak kebanyakan I think it's what make the book feels so real. Cara buka topik, cara nanya, cara mutusin sesuatu, cara becanda, memaki... it's so familiar karena paling tidak separo percakapan itu pernah gua alami. Unfortunately not with a girlfriend but at least it proves am not alone.
Ketiga topiknya juga nggak enteng. Thus gua nggak anggap ini chicklit. Topiknya itu bisa 'memaksa' pembacanya untuk 'naik kelas' in terms of kedewasaan. Buat ceweq mungkin ini bisa inspire bahwa dunia nggak perlu terasa 'lain' just because you're a woman. Again tentu saja oversimplified but doable, possible and most important thing is - it's real, dear. Buat cowoq ini bisa jadi bocoran what women wants... *wicked smile* I don't like the ending much. It reminds me of Kramer vs Kramer. Too hard to understand too painful to admit but it's true and nothing really change. It all comes down to how you define happiness. How it sometimes depends to other soul's happiness. When nothing else matter but her happiness. En terkutuklah sang cowoq manakala hal yang membahagiakan ceweqnya adalah hal yang membunuh kebahagiaannya sendiri. He's screwed either way. Atari dilukiskan merasa bersalah but the truth is... there's no other way. Kalau dia sok 'ngalah' hasilnya juga nggak akan bagus. It's a timebomb waiting to explode. You don't do things cause you have to. Gua lebih sreg sama ending Rivan. That's practically what happen when a man loves a woman...
*sigh*
Kalaupun ada yang bikin jidat gua berkerut adalah pilihan pengarangnya untuk tetap menggunakan orang pertama buat narasi padahal karakternya udah pindah. Lama-lama kebiasaan sih but heran saja, buat apa gitu ? Next tempo plot yang bikin kaget. Waktu mau kenalan sama Atari waduh... muter-muter tapi begitu jadi... bak buk bak buk tahu-tahu jadi ini... tahu-tahu berhenti kerja dan jadi itu... tahu-tahu ngetop.... tahu-tahu ke londo... London maksudnya. Tapi yang satu ini gua maklum karena itu yang gua alami waktu nulis cerpen buat proyek Bung Aggus. Isman mungkin bisa cerita banyak how mess up I am as a writer. Mua ha hah a ha ha hahahahahhaaa
Lho koq jadi ngomongin gua ? ANYWAY...
Sebagai satu karya. Gua rekomen ini buat di koleksi. Especially women. It's gonna be a great feel good movie one day. But right now ? It's one hell of a feel good novel.
Forever a fan,
pAUL


2 Comments:
Mbak Danni, saya sangat terkesan akan novelnya. btw.."eituze" tu diambil dari bahasa apa ya? dan artinya apa?
kayaknya ni novel emang harus dibikin film deh!!
Gak keberatan kan mbak kalo judul novelnya saya jadiin nama grup Band saya? hehehe..
tengkyu ya mbak!!
Best regards from NY! »
Post a Comment
<< Home