Thursday, December 30, 2004

review....di MTV Trax!

Review ei tu ze : MTV trax / January 2005 / Rock issue / pg. 122
thanks a lot Mr. Hagi Hagoromo for the review

Apa sih arti mimpi buat seorang Dharmala Putri? Jadi fashion jurnalis di majalah kesayangannya? Atau mengambil shortcourse fashion journalism di London College of Fashion? Atau malah menikah dengan Atari?

Ada banyak pilihan dalam hidup Dharma. Pilihan dari mimpi-mimpi yang yang dimilikinya, sesuatu yang teramat berharga dalam kehidupan ini. Karir dan pekerjaan, pertemanan dan pola hubungan, sampai ke percintaan dan pernikahan. Semua dijalin Danni dengan apik. Dialognya cukup segar, pilihan kata-katanya cukup mantap, meski bagian awalnya agak terseok-seok. Tapi itu bukan soal, karena penokohannya terasa amat real. Begitu juga dengan kerumitan di kepala masing-masing karakter, dilema-dilema yang dihadapi dan masalah-masalah lain yang sering dialami sebagian besar kita.

ei tu ze berkisah tentang mimpi-mimpi dan bagaimana mereka dicapai. Konflik yang benar-benar dekat dengan kehidupan manusia perkotaan, dikemas dengan plot yang menarik. Saya suka bagian dialog via sms-nya. Lebih cinta lagi karena ending-nya nggak mudah ditebak. Melalap ei tu ze bikin kita masuk ke kehidupan pemimpi bernama Danni Junus. A must read book!

another review :)


review ei tu ze ala melly...seneng deh banyak yang perhatian sama ei tu ze...tks a bunch ya mel!

Kesan pertama: buku ini sebuah film.

Entah kenapa, aku merasa seperti sedang menonton film ketimbang membaca buku. Sejak masih di halaman-halaman awal, aku langsung membayangan jika buku ini dibuat dalam versi layar lebar. Plot maju mundurnya, jelas jelas bukan plot yang lazim ditemui di sebuah buku, mengingatkanku pada plot banyak film. Tutur cerita yang kadang sebagai Dharma, tokoh utama buku ini, kadang sebagai Atari dan ada juga yang sebagai Rivan, lagi lagi sangat film buat aku. Soalnya kalau buku kan biasanya hanya punya satu tokoh utama, apalagi dengan cara bercerita orang pertama kecuali kalau diceritakan dengan gaya orang ketiga, atau kalau sebuah film. Tutur cerita yang singkat-singkat, lebih membuat aku merasa membaca skenario sebuah film. Biasanya, sebuah buku penuh dengan hal-hal yang ada di dalam otak tokoh-tokohnya: pikiran, khayalan, kenangan, apapun itu. Lain halnya dengan senario film yang biasanya lebih banyak berisi kalimat-kalimat yang diucapkan tokoh-tokohnya. Mirip kan dengan buku ini? Kalimatnya pendek-pendek dan saling berbalasan tanpa banyak memuat hal-hal yang lebih detail baik di pikiran tokohnya ataupun hal detail di sekitar tokohnya.

Dharma sendiri adalah seorang perempuan yang sangat beruntung. Dikaruniai banyak hal yang diinginkan banyak perempuan Indonesia, fisik dan non fisik, yang walaupun tidak berhasil menyelesaikan kuliah secara formal di sebuah institut yang konon terkenal itu, punya begitu banyak talenta yang aku yakin banyak diharapkan oleh perempuan lain, punya daya tarik kuat sehingga bisa saja menarik hati seorang laki-laki yang putih, tinggi, pintar, alim dan tajir pula! Aku pikir, menjadi seorang Dharma adalah karunia. Punya keluarga yang tidak terlalu mau ikut campur, punya teman-teman yang menyenangkan (walaupun tampaknya tidak ada yang betul-betul sahabat sejati yang senantiasa ada di saat duka maupun suka, karena Dharma cenderung menyelesaikan segala sesuatunya seorang diri), dan punya malaikat penolong!

Kalau kamu ingin baca sesuatu yang tidak bikin pusing kepala, membuat kamu merasa santai, bisa kamu bawa kemana-mana, mengerti bahasa Inggris dan suka dengan gaya bicara loncat-loncat (yang sangat aku banget), buku ini bisa jadi pilihan yang menyenangan. Tentu saja, kamu akan melihat sebagian dari dirimu di dalam buku ini, sebagian dari kisahmu didalam buku ini. Wajarlah, soalnya cerita Dharma tentu saja bukan hanya monopoli seorang Danni Junus, tapi juga cerita aku dan kamu.

Wednesday, December 29, 2004

Review ei tu ze di Belia-Pikiran Rakyat

Belia / Pikiran Rakyat / Selasa 28 Desember 2004
reviewed by : tisha

Tisha makasih reviewnya ya!

Mimpi adalah hal yang sangat wajar dalam hidup kita. Bahkan kita harus selalu punya mimpi. Yang menyenangkan dari mimpi adalah saat ia menjadi nyata, tapi kadang kita juga harus belajar bahwa untuk meraih mimpi itu nggak gampang.

Danni Junus, ingin membawa kita yang membaca ei tu ze lebih dekat ke mimpi seorang Dharmala Putri. Dari kecil, Dharma punya mimpi yang selalu ngga pernah bisa jadi nyata. Setiap mimpi itu mendekat, ada aja masalah yang membuat dirinya ngga bisa meraihnya. Sampai akhirnya seorang cowok bernama Atari membuatnya lebih banyak belajar tentang mimpi.

ei tu ze merupakan karya perdana dari Danni Junus, seorang penulis perempuan yang siap menambah luas khasanah kita penggemar baca. Jangan keburu apatis dengan status penulis perempuan, dan bayangan tentang chicklit-nya. Danni punya identitas menulis
yang berbeda......Ini bisa kelihatan dari gaya menulisnya yang nggak terlalu mementingkan detail atau "make up" sebuah novel. Semuanya dituturkan lugas dan mengalir.

Kedekatan bahasa, setting dan cerita membuat kita seakan ada di ruang mimpi seorang Danni Junus. Sangat memberikan inspirasi kalau kamu punya mimpi.

review dari yulian firdaus

source : yulian firdaus

Novel ini cenderung chicklit meskipun tanpa label chicklit, ditulis dengan bahasa slang (bahasa Indonesia ala Betawi)...

Bercerita tentang impian Dharmala, tentang realitanya, tentang pengejaran impiannya sampai selangkah lagi di depan mata. Cerita mengalir dalam dialog-dialog yang singkat dan cepat, secepat dialog melalui SMS yang juga menjadi bagian dari dialog.

Dengan tokoh utama seorang perempuan yang kuliah dan bekerja, serta penggambaran tentang hal-hal fashion (hal ini yang menyebabkan saya menyebut novel ini sebagai chicklit, ditulis oleh wanita untuk wanita), dengan setting di kota Bandung.

Sebuah impian — yang wajar tapi juga bisa disebut tidak biasa bagi realita sang tokoh, membayangi realitas Dharma yang kuliah Ilmu Komputer dan bekerja sebagai scriptwriter sebuah radio female. Bertemu dengan Atari yang tidak banyak tahu tentang komputer Atari.......

Konflik emosi hadir dalam monolog, dialog langsung serta dialog SMS yang cukup banyak (terlalu banyak menurut saya). Apa yang disampaikan Danni cukup membumi, menyodorkan masalah sehari-hari laki-laki dan perempuan umur 25 sampai dengan 30-an (lagi, ini ciri-ciri chicklit).

Apakah mereka berdua membuat jalan untuk membuahkan impian Dharma tersebut? Apakah berhasil? Lebih baik baca saja bukunya, saya tak mau jadi spoiler......

another review.....

for yaya
tks a lot ya!

.....pertamanya sich agak pesimis ya ngeliat buku ini, kirain isinya berat banget. Ternyata emang berat sich, berat untuk nutup buku ini, hehehe......

Aku suka banget sama buku ini karena di tiap awal bab baru pasti ada kosa kata baru, entah itu dalam b. Indonesia/Inggris bahkan Perancis. ...
Mbak Danni juga keren banget dalam menceritakan perasaan Atari dan Dharma, karena diceritainnya dari point of view mereka masing-masing (if you don't get what I mean, just buy the book..hahaha).
Aku cuman gak sreg aja pas di bagian nyeritain Dharma lagi minum beer, trus bagian lain Dharma lagi sholat Tahajud. Agak-agak kontradiktif sich menurutku.....

Bagian yang paling aku suka pas Atari dan Dharma saling smsan mesra, menurutku Atari is sweet (I wish a guy like him does exist). Ada 1 bagian yang membuatku "ooo gitu ya, ternyata kalo lagi pedekate sama seseorang gak boleh ngomong kayak gitu".
Tau kok, ini bukan suatu review yang profesional. Tapi menurutku ei tu ze isinya sangat catchy dan segar. Be prepared to cry karena ada 1 bab yang isinya menyentuh sekali, saat Dharma harus memutuskan antara 2 impiannya.
Makanya.....
BELI EI TU ZE

Friday, December 24, 2004

bla..bla..bla..review dari b3a

buat b3a tks alot 4 the review girl!

Mempunyai mimpi, mempunyai impian kadang bisa ngebuat kita termotivasi untuk meraih keinginan2 kita. Salah satunya adalah dengan cara memplanning langkah2 apa saja yg harus kita ambil utk mencapainya...tp bagaimana klo impian kita itu sendiri yg menolak untuk diraih??

Novel ei tu ze (a to z) karangan Danni Junus menggambarkan tentang impian2 yg bisa jadi nyata, yg bisa juga tidak...

The most shocking thing for me about this novel is that...........Dharma kok gw banget yah?? As i read line per line, page per page, terus terang gw jadi merasa...tiz lady wrote me down! OMG...ga heran pas baca gw cukup tercengang2 with the fact that Dharma is my reflection......

Mau tau apa aja?

1. Dharma dan kebingungannya memilih pasangan, but once she falls, gedubrak.
2. Dharma dan flirting2nya n penasaran2nya...
3. Dharma dan salah jurusannya... (ga usah di bahas)
4. Dharma dan impiannya untuk nikah di usia at least 25
5. Dharma dan kehidupannya dengan mantan (minus the fact that she still wants him back n perasaannya yg ditarik ulur)
6. Dharma dan kapabilitas yg ga ada hubungan dengan kuliah yg dia ambil
7. Dharma dan masalahnya dalam menghadapi betapa tidak sensitifnya makhluk bernama cowo itu
8. Dharma dan hubungannya dengan Atari.......

Yup, hubungan Dharma sama Atari kok mirip2 getu yah...kenalannya, malu2nya, sms2 yg ngebuat addictednya, kangen2annya...duh gw banget getu loh...tapi......minus the fact that Atari dulunya rada playboy, suka nongkrong di tempat itu2 aja (duh, ga ada makanan laen ya, Mas?), sama kurang sensitifnya Atari klo cewe tuh paling ga suka disama2in ato dibanding2in sama cewe laen, apalagi pake dibahas di depan orangnya......deuh.

Yg jelas Mba Danni sukses menggambarkan perjalanan suatu hubungan dari perkenalan sampe detik2 menegangkan yg semua pasangan lalui. Seneng2nya pas waktu pertama kenal, deg2annya waktu deketan, how we often compare our partner with ex-es, bingung2nya menentukan suatu pilihan, egonya cowo yg gengsi klo cewenya "lebih" dari dia.......berantem2nya........sampe dimana tuh hubungan harus kandas di tengah jalan (klo kata Irine sh*t happens).........

Terus terang, gw jadi ngeri sendiri klo apa yg tertulis di novel ini tuh bakal terjadi di hidup gw............sumpe de...yg tentang ngaret nulis skripsi, duh ga banget deh itu...............sama pas si Atari bilang mending Dharma cari co laen aja, nyehe' banget tu cowo, seenak udel aja ga liat apa umur Dharma uda brp, sbrp jauh si Dharma uda mimpiin idup bareng dia, n all the sacrifices yg Dharma lakuin demi Atari......n he didn't care juz bcoz his ego??

Nah, itulah mimpi...ada berbagai cara yg bisa membuat kita menggapainya......bisa dengan usaha kita sendiri atau juga bantuan orang lain......tapi...satu hal yg mesti kita ketahui...seberapa besarpun harapan kita untuk meraih impian dan keinginan2 itu, seberapa besarpun pengorbanan yg kita lakukan, dan seberapa panjang pun jalan yg telah kita lalui...belum tentu kita bisa menggapainya...dan kita harus rela........karena...rasanya ei tu ze bukan impian biasa............ =(

Hehe, makanya baca deehh!! =P
Mba Danni selamat yah mimpinya jadi kenyataan =) ditunggu mimpi2 selanjutnya......

Monday, December 20, 2004

Blah... blah... blah...

What they say after reading ei tu ze
untuk kritik & comments kirim ke : dharma_atari@yahoo.com)

"... Ceritanya ga monoton, bikin penasaran. Bergejolak, emosi gua naek turun dibuatnya, seakan2 gua terlibat di dalamnya, seakan2 gua menyaksikan langsung part demi part ceritanya... Bagi gua best partnya a/ chapter terakhir. Sempet syok bacanya... TERNYATA!?!? Alurnya ga ngebingungin... Ceritanya emang realita banget... Permasalahan antara ego, gengsi, harga diri seorang Atari dan mimpi2 Dharma yang tinggi, yg diperlukan usaha yg lebih buat menggapainya...Pokonya gua suka banget bukunya, membuat gua terbuai akan mimpi2, terbuai dengan imajinasi sendiri, membuat gua open minded terhadap realita hidup. gua banyak belajar dari ceritanya. Two thumbs up for you, Dan!! Kapan dibuat filmnya?!? Akhir kata.. hehe... rejeki, nasib, jodoh semua Tuhan yg atur. Kita boleh bermimpi tapi atas Ridho-Nya lah kita dapetin semua mimpi2 kita." (Sigit - student, barrista)

"Pertama, saat baca sekilas ei tu ze tuh buku tentang cerita pribadi seorang Danni Junus, saya rada kecewa karena langsung membandingkannya dengan ide serupa dari seorang Fira Basuki. Danni nggak terlalu mementingkan detail, sementara Fira masih menyelipkan banyak detail dalam ceritanya. Dan saya suka detail.
And then, ei tu ze ternyata pengen menunjukkan kalau Danni punya gaya yang sangat lain dalam bertutur, dan buang jauh, deh, bayang bayangnya Fira. And then, ei tu ze itu membuat saya membaca untuk yang kedua kali hanya dalam waktu tiga hari. And then, ei tu ze itu membuat saya ada di ruang kosnya Dharma, saat Atari pertama kali menciumnya.And then, ei tu ze itu membuat saya mengirimkan sweet SMS lagi ke orang yang saya sayangin. And then, ei tu ze itu membuat saya pengen senyum-senyum sendiri And then, I’ll write my own story then..
Buat Danni, sayangnya ei tu ze nggak terlalu dibold. Atau emang pengen dibahas sekilas aja. Buat Danni, pengennya ei tu ze punya line yang bakal diinget terus. Buat Danni, gue kok kurang suka ama penggunaan bahasa Inggrisnya, ya? Emang sih susah untuk rada puitis, atau mengungkapkan sesuatu pake bahasa Indonesia, berasa garing, gitu, ya? Tapi mungkin line-nya jadi lebih gampang diinget.Buat Danni, kok masih ada yang ganjel, ya? I’ll tell you when I know how to write it.. And now, ei tu ze for the third time?" (Hyoga - Program Director Paramuda Sport & Music Station)

"Danni, thank you so much for the beautiful, amazingly written book. The story is light yet sassy and has a strong touch of wittiness. Its truly fabulous!! We're waiting for the second one :)" (Shirley)

"... bukunya JUARA..!! Ini bkn krn gw temen lo ya.. Tp penilaian objektif.. U go girl..!!" (Une - announcer)

"Mba, bought your book this afternoon, and finished reading it. I really really love it, congrats yah mba. Slamat udh berhasil mewujudkan impian." (Yuniko - accountant - book lover)
"Aku suka bgt, critanya ga cliche dan ga ky novel2 standard lainnya! Aku ky baca 3 jam ga brenti2 gt loh.. Two thumbs up for u!!" (again Yuniko)

"Nice ending. Will it be a serial? Terharu jg gw bacanya. Masukan neh : kyknya lbh pol klo karakter yg laen lbh dikembangin. Yg kebahas kan cmn 3 tuh, mkn bnyk yg kebahas mkn bnyk konflik, mkn asik critanya (sok tau gini gw? hehe...) Anyway congrats... I know you'll be better n better... :) (Beta, 27)

"Aaarrgghh!!! Gilaa abish buku lo... Gw suka cara lo naro endingnya... Yg pertama kelintas di otak gw pas lagi baca siiy gaya tulisan ama penyampaiannya danni bgt.. Dr jam 8 (malem) ampe barusan (jam 11 malem) gw ampe lupa ngeroko gara2 baca buku ini... Ahahhaha.. salah satu rekor juga tuh.. Ampe lupa ngeroko.. Paraagh..!" (Muti - my on/off friend :) yg baru on lagi )

"Alur ceritanya enak & nyaman buat diikutin. i love the element of surprise di endingnya. nicely done for a starter!" (Adel - announcer Sky FM)

"Coba analogikan trilogi LORD OF THE RING tergabung menjadi hanya satu seri. Itulah ei tu ze yg sedang penasaran ingin anda baca sekarang. Ngga bertele-tele, to the point dan mengalir wajar. Ngga ada plot yang dipaksakan, ngga juga berusaha mendramatisir sesuatu yang memang patut dibiarkan apa adanya. Dalam buku ini, anda ngga akan bertemu dengan 'dangdut'nya orang pacaran, 'nangis bombay'nya kegagalan dan euphoria kebahagiaan. Just like an ordinary life. Tentang mimpi... sebuah mimpi yang terwujud nyata mesti tetap dihargai, melalui cara apapun ia terjadi. Referensi editor : coba baca best part-nya, section Q" (Vinka RAE - first editor of ei tu ze ( thanks a bunch vinka! :) )

Danni Junus : Thanks untuk semua yang udah ngirim komentarnya, baik via sms, email, friendster ataupun blog. Untuk yang lain aku tunggu komennya. Ga harus berbentuk pujian, tp jg kritik. Semua itu tandanya kalian mengapresiasi karya gw. Thank you.... thank you.... thank you...!!!!

Sunday, December 19, 2004


dago festival 2004

Saturday, December 18, 2004

Bandung - Dago Festival 2004


novita, andi, danni, ninit

Hari ini,Zoe Bookstore & Gagas Media mengadakan temu penulis di Dago Festival, tepatnya di taman Ganesha. Walaupun sempet disiram hujan rintik-rintik, acara berlangsung cukup lancar. Ada 5 penulis Gagas Media yang hadir : Icha Rahmanti (Cintapuccino) berperan sebagai moderator juga...tks ya Cha :) - Novita Estiti (Subject : Re:), Andi (Always Layla), Ninit (Kok Putusin Gue) dan me myself :)

finally!

Alhamdulillah.....
Finally, I can see my dream on the bookshelf...
My first book, ei tu ze, has been released yesterday in Jakarta & today at Dago Festival (Bandung).
Thanks for all your supports!!!!! (jgn lupa pada beli bukunya ya :)