Friday, November 04, 2005

BookBox List

BookBox List

Ini dia daftar penyumbang yang buku-bukunya udah diterima Danni dengan selamat. Thanks all!!

1. Mellyana
Jumlah buku : 1 box
Contact : mellyana.blogspot.com

2. Luli di Surabaya
Jumlah buku : 9 buah
Contact : dukut@mmc.co.jp


Best regards,
Danni Junus
Okke
Muti
Ninit Yunita

Tuesday, October 25, 2005

Singsingkan Lengan Baju, Sumbangkan Buku-bukumu! :)

Diawali dengan obrolan-obrolan nggak penting dari tiga orang cewek kurang kerjaan (Okkeu, Danni, Muti), tercetuslah ide untuk ngadain kegiatan sosial mengumpulkan buku-buku bekas atau baru untuk disumbangin. Ide ini muncul gara-gara Danni yang baru tau kalau ternyata hampir di seluruh kelurahan di Kota Bandung ada satu masalah yang sama. Masalahnya adalah kurang tersedianya buku-buku untuk anak-anak tak mampu dan juga untuk perpustakaan di sekolah-sekolah ataupun umum yang memadai. Kenapa? Soalnya memang di seluruh pelosok Bandung itu masih banyak anak terlantar dan keluarga miskin yang boro-boro bisa nyediain uang untuk beli buku, untuk makan aja musti nunggu jatah raskin yang paling cuma dapet tiga kg ataup jatah subsidi BBM yang cuma Rp.100.000,- sebulan (itupun kalo kedapetan semua atau nggak ada potongan lainnya heheh... :)). Dengan situasi seperti itu gimana bangsa kita mau pinter coba? Ya sudahlah, ini omongan penting yang bakal jadi nggak penting juga karena nggak akan ada habisnya. Pokoknya, akhirnya kita menarik kesimpulan mendingan bergerak mengumpulkan lalu memberikan apa yang mereka butuhkan daripada cuma ngomongin aja. Nah, makanya sekarang kita minta bantuan temen-temen yang juga peduli dan rela untuk memberikan sebagian hartanya (harta di sini means buku ya!) untuk anak-anak yang membutuhkan itu.
How?
Gampang! Caranya cukup bawa buku-bukunya ke dropping points yang ada. Sejauh ini sih dropping point baru satu, di Potluck, Jl. Teuku Umar No.9, Bandung. Nanti akan ada satu box khusus dan daftar penyumbang yang kalau mau bisa diisi. Daftar ini nanti akan saya publish di blog saya ini dan di-update tiap tiga hari sekali. Udah! Gampang banget, kan? Oh ya, batas waktu pengumpulan dari tanggal 24 Oktober - 23 November 2005.
Oh iya, buat temen-temen yang mau ikutan mensukseskan program ini dengan mempublikasikannya di situs atau blognya atau mailing listnya, we welcome you to join us! Hubungi aja salah satu nama pelaksana yang ada di bawah.
Jadi... kita tunggu partisipasinya ya! Thanks ya!! Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan memberikan banyak manfaat buat semua yang berpartisipasi.

Pelaksana kegiatan : Danni Junus, Okkeu, Muti, Ninit Yunita
Distributor : Danni Junus
Didukung Oleh :
- Potluck Coffee Bar & Library, Jl. Teuku Umar No.9
- eituze.blogspot.com
- kamarcewek.com
- sepatumerah.net
- istribawel.com
- mailing list temantemanmuti
- dan mailing list-mailing list lainnya yang sekarang baru mau saya minta izin pencantuman namanya

Contact person : Danni Junus
Potluck Coffee Bar & Library
Jl. Teuku Umar No.9, Bandung
Telp. 022-2501332
dharma_atari@yahoo.com

Monday, September 19, 2005

Test Pack, The Way I See It

Test Pack, The Way I See It
(Bukan Resensi)


Surprisingly, this is the first novel I’ve finished reading in only a day time. Has my reading skill at last improved? Not possible! I know for sure my speed level’s become stagnant years ago. 
Test Pack adalah satu-satunya novel Indonesia yang bisa bikin gue keep and keep reading till the last part tanpa ngerasa mata gue capek, di luar buku-buku Fira Basuki tentunya heheh…

Comment #1 :
This is a perfect novel for one who says outloud that she/he knows exactly what love is, for one who’s confuse of the so many meanings of love written in bold letters in piles of books and magz she/he collects, for one who doesn’t understand love, for one who fears love, and most of all for one who has nothing to say when being asked why she/he loves someone. All in all, it’s for everyone.

Comment #2 :
It’s full of lessons of how to love and to commit without anyone feeling taught by.

Comment #3 :
For a second it does tease me a little to get married soon. Just a sec, lho!

Comment #4 :
Marzuki Moeharam? Sounds familiar. Hahaha…

Comment #5 :
You make it, girl! Better watch out, Dit! She’s gonna top you. Hihihi…

Comment #6 :
Great! Love it!

Gue setuju dan sehati sama Kakang. In my opinion, love is about caring for someone without knowing exactly the reason why. You just love him/her.
Now tentang komitmen. Been with three guys I thought I loved. I used to know exactly how many words I could say to respond the why-question. Now I know only one of them I think is really love. I know it just when I have no word to tell people why. No matter how hard I think, how much I feel, still I don’t have the answers why I love him. Just because he’s him, with or without commitment.

Salah hp-nya

Salah HP-nya


Beep… beep…
Titus : This is FREAKY! Its called mind reader. Send it to 10 ppl then go 2 your Inbox and press * and it will say your lovers name. its true

“Send to ten people, ehm… ehm… ehm…” Dharma bergumam sendiri.

Biasanya sih Dharma langsung nge-delete sms-sms kayak gitu. Tapi kali ini sms dari Titus, temen lamanya, bertengger di inbox-nya lebih dari setengah jam. Sementara itu kincir-kincir kepalanya (bahasanya Ibu yang artinya sama dengan otak) masih tergelitik memikirkan isi sms Titus.

(-) Emang iya gitu teknologi hp bisa segenius itu? Gimana caranya hp ada mesin ramalnya?

(+) Kok aku jadi tolol gini ya? Percaya sama hal-hal bodoh kiriman orang iseng?

(-) Bodoh?! Ya mungkin aja dong. Inget nggak mesin ramal jaman dulu yang kalo kita masukin koin, kasih cap telapak tangan, terus keluar deh print out hasil ramalannya. Kali aja ada orang iseng yang bikin program canggih buat hp kayak gitu. Lagian miracles do come once in a while.

(+) Hehehe… bener juga ya? Siapa tau? Jadi pengen tau keluarnya gimana.

Send to 10 people. Mmm… Retta, Jowy, … Done!
Terus apa?
Oww ya, pencet inbox terus bintang. Cesss!!!
Ngekkk!!!

Beep… beep…
Retta
Status for :
Retta
31.08.2005 22:19
Delivered:
31.08.2005 22:19

Mmm… timing-nya nggak pas kali ya. Coba lagi.
Hup!

Beep… beep…
Kok langsung ke sms yg masuk sih? Oon nih!
Toto : Udah ngirim smp 15 org, gak ada nama sapa2. Emang gak ada yg cinta gw *(
Reply : Sama! Status report yg cinta ma gw. Salah hp kli ya. Hp gw kan bkn hp buat connecting people.

Sial! Dharma pun menertawakan kebodohannya dan Toto.

Beep… beep…
Retta : Berhasil ngga?
Reply : Sukses, gw ma toto dah nyoba. Shit happens to love me huahaha… :D

Beep… beep…
Retta : Haha… dasar! Oh ya? Nyoba ah! Shit sapa ma?

Tuesday, May 24, 2005

resensi buku dan cd

Bandung citimag may/june 2005

Title : Pride & Prejudice (285 pgs)
Author : Jane Austen
Publisher : Trident Press International

Pertama kali diterbitkan pada tahun 1813, novel karya Jane Austen ini bisa dibilang neneknya genre chick-lit yang sekarang lagi booming di Indonesia. Pride and Prejudice diambil dari dua kata yang menggambarkan first impression Elizabeth Bennet dan Darcy, kedua karakter utama buku ini, terhadap diri mereka masing-masing.
Adalah seorang Elizabeth (Lizzy) yang karakternya beda banget dengan keempat saudaranya. Ia nggak secantik Jane, nggak juga selucu Lydia, tapi lebih cerdas dari mereka. Ibu Lizzy, seperti umumnya ibu-ibu di era 1820-an, cuma punya one wish, melihat kelima putrinya bisa menikah. Sementara, Lizzy justru beberapa kali menolak lamaran pria karena tidak mencintainya. Sikap Lizzy memang beda dengan wanita-wanita lain di masanya, yang nggak punya pilihan lain dalam hidup selain menikahi pria yang dapat meng-cover semua kebutuhan hidupnya.
Pertemuan pertama Lizzy dengan Darcy membuat Darcy menganggap Lizzy nggak pantas berada di sampingnya, karena parasnya tidak cantik. Tapi makin lama kenal, hubungan mereka pun makin dekat, sampai akhirnya Darcy melamar Lizzy.
Kuno? Memang benar. Tapi buku ini justru memuat misi feminisme modern. Makanya, nggak heran kalau novel ini diangkat ke layar lebar.


Title : The Celestine Prophecy (240 pgs)
Author : James Redfield
Publisher : Warner Books

Berapa banyak penulis debutan yang bukunya langsung sukses? One in a million? Well, yang jelas, salah satunya adalah novel tentang petualangan spiritual ini. Sebanyak 250 ribu copy dari The Celestine Prophecy langsung laku terjual nggak lama setelah diterbitkan.
Seorang narator anonim menemukan manuskrip kuno dari Peru, yang berisi sembilan pedoman spiritual di masa New Age. Alur cerita sangat mengalir, sehingga membuat pembaca ketagihan, dan terus dan terus dan terus membaca tanpa henti. Kisah dalam buku ini juga menciptakan aura dan fenomena psikis tersendiri.
Dengan buku ini Redfield mengajak para pembaca untuk belajar mendapatkan dan menggunakan energi, hingga dapat memahami tujuan eksistensi diri kita di dunia ini. Arti hidup diungkapkan melalui manuskrip kuno yang ditulis dalam bahasa Aramaic. Tujuannya, supaya kita mengerti rahasia jagad raya, misteri keberadaan dan arti hidup. Yang menarik adalah, menurut buku ini, arti hidup yang sebenarnya nggak bisa ditemui dalam ajaran agama atau kekayaan materi, tapi justru dari aura tiap benda yang ada di dunia.


Classy
Compilation
Sony Music

Bukan cuma judulnya saja, lagu-lagu di dalamnya memang pantas dibilang classy. Cocok sebagai pengiring malam romantis bersama pasangan, yang mungkin berlanjut hingga di atas ranjang. Hmm… Kompilasi tembang bernuansa jazz ini terasa berbeda karena tidak hanya dibawakan oleh penyanyi jazz. Simak saja alunan suara Will Young (Light My Fire), Cindy Lauper (At Last), Kelly Rowland (I’m Beginning To See The Light), dan Sinead O’Connor (Bewitched Bothered And Bewildered). Nggak cuma dihiasi pop singers turn to be jazzy, cd ini diperkuat dengan beberapa penyanyi jazz piawai seperti Eva Cassidy, Tonny Bennet dan Laura Fygi. Kalau nggak punya pasangan, just enjoy your lazy Sunday alone with this great cd!

Jane Monheit
Taking A Chance on Love
Sony Music

Taking a chance on love is something we would not regret! It’s always pleasant, right? So is this wonderful album. Jane Monheit adalah Michael Buble dalam wujud wanita. Maksudnya, dengan karakter suara jazzy-nya yang khas, ia dapat membawakan lagu-lagu lama dengan sentuhan berbeda. Salah satunya adalah Over The Rainbow yang juga merupakan soundtrack film Sky Captain And The World Of Tomorrow. Selain itu ada I Won’t Dance (duet dengan Michael Buble), yang dulu pernah dinyanyikan Fred Astaire dan Ella Fitzgerald, yang ternyata merupakan sumber inspirasi baginya. Lagu lainnya yang perlu disimak antara lain Taking A Chance On Love dan Honeysuckle Rose.

lingerie, linger you, linger me!

Bandung citimag may/june 2005

lingerie, linger you, linger me!


“Bangun pagi kuterus makan, abis itu menggosok gigi, tidak lupa mencuci muka, membersihkan tempat ti…”
“Argh!!!” Nyanyian asal itu (sukurlah) langsung terhenti.
“Bibiiiii!!!” Syulli, si pemilik suara nggak bagus yang hoby nyanyi asal itu, terdengar histeris.
Perempuan setengah baya berwajah ramah yang sudah kebal mendengar jeritan tiba-tiba dari keempat majikannya, dengan tenang masuk ke kamar Syulli yang masih berantakan.
“Ada apa Neng? Ada tikus lagi?”
“Waaa… tikus? Usirin! Matiin!” Reflek Syulli loncat ke atas tempat tidurnya, sambil membuang celana dalam katun warna krem, yang lebih pantas dipake nenek-nenek dari pada seorang model berwajah eksotis, dengan penampilan hampir selalu sempurna.
“Neng… Neng… Tenang aja, kemaren udah Bibi paehan tikusnya Neng. Tadi Neng manggil Bibi ada apa?”
“Huu… Bibi nih, ngagetin aja. Ini, itu celana dalem siapa yang gede banget? Kok ada di cucian aku?”
“Ooh… iya. Bibi salah masukin. Punya Neng Nia kayaknya.”
“Hah?! Nia mau pake gituan? Iih… amit-amit! Kayak nenek-nenek aja,” kata Syulli sambil bergidik.


Ruang tv, dengan Syulli memonopoli remote controller-nya
Minggu malam, rumah berisi empat perempuan bawel dan satu Bibi super sabar di daerah utara kota Bandung itu terasa sunyi senyap. Nggak heran, soalnya keempat penghuni mudanya selalu menganggap Minggu sebagai hari malas. Termasuk juga Nia, yang baru aja mandi dan merayap di meja makan, mencari perkedel jagung andalan Bibi.
Dengan bekal satu piring nasi, tiga perkedel dan ayam cah brokoli-nanas buatan Mila, Nia menghempaskan pantatnya tepat di atas tulang kering Syulli.
“Aduuuuhh…! MONYONG! Sakit nyet!!” Serentetang sumpah serapah langsung keluar dari mulut Syulli.
“Ehheh… maap atuh Syul! Kan gue mau ikutan nonton bareng lo. Hehehe…”
“Gila lo ye! Malah ketawa.” Sambil cemberut, Syulli pun mengelus-elus kaki mulusnya.
“Acara apaan Syul?”
“Tau apaan. Blonde, blonde gitu deh judulnya.”
“Ooh… itu. Doyan amat tontonan nggak bermutu!”
“Huu… Blagu lo Ni! Buat lo emang nggak mutu. Buat gue sih penting banget! Biar gue nggak salah beli barang, kayak lo! Celana dalem buat nenek-nenek lo pake! Iih…”
“Celana dalem paan?”
“Itu. Celana dalem katun segede kantong plastik, warna krem, yang karetnya melar, sampe bisa dipake ibu-ibu hamil.”
“Ooh itu. Emang kalo gue pake cd kayak gitu napa? Orang enak dipake buat tidur ini.”
“Hihihi… apalagi buat tidur Neng! Cewe itu harus keliatan seksi kalo mau tidur. Terus lingerie buat tidur juga harus yang bahannya lembut, biar nyaman dipake. Kalo lo pake cd kayak gitu, apa seksi-seksinya?”
“Idih! Mau tidur aja masih mikirin seksi. Gue mah yang penting nyaman, longgar, enak dipake. Makanya gue suka ngumpulin cd katun yang longgar. Terus tidurnya pake daster. Emang lo kalo tidur pake paan Syul?”
“Kalo gue ya, tidur itu musti pake lingerie. Kalo bisa yang bahannya satin. Apalagi kalo tidurnya sama cowok.”
“Iiih… Syulli! Emang lo suka tidur ama cowok ya? Yang mana? Cowok lo kan ganti mulu. Terus emang, iih… kan geli tidur ama cowok, apalagi kalo pake baju tidur begituan. Jangan jangan… Iiieeuuwww…” Bulu kuduk si polos Nia langsung merinding.
“Hahaha… Ni… Ni… Gue tidur ama cowok gue lah. Tau nggak Ni, tidur ama cowok itu suatu pengalaman yang ehmm… luarrrr biasa!! Lo musti cobain. Nanti ketagihan deh.”
“Nggg… emang enak ya? Rasanya gimana sih Syul?”
“Ya seperti tadi gue bilang, luar biasa! Susah diungkapkan. Mulai dari kissing-kissing kecil yang membangkitkan gairah, sentuhan hangat, bermain dengan kesabaran dan kontrol diri, sampai hilang kontrol, dan akhirnya… akhirnya… aaahh… lepas semuanya. Lo kayak terbang, merasakan getaran hebat, ecstasy, kekosongan sesaat, dan akhirnya kembali ke tempat lo berada.”
“Lo ngomong apa sih? Gue nggak ngerti.”
“Orgasme Ni! Orgasme! Rasanya kayak di surga. Seperti kata Leonardo DaVinci, persetubuhan itu bisa membuat kita mencapai titik temu dengan Tuhan.”
“Tuhan? Lah, Tuhan kan melarang kita zinah Syul. Ngaco lho!”
“Siapa bilang Tuhan yang ngomong? Gue bilang kan kata DaVinci, oon! Baca aja bukunya Dan Brown!”
“Terus apa hubungannya ama lingerie?”
“Aaah… susah ngomong ama lo! pokoknya, cewek itu harus selalu tampil seksi, apalagi kalo di depan cowok. Dan apalagi kalo lo lagi pengen “tayang-tayangan”. Nah… kalo cowok lo liat cd nenek-nenek lo itu, keburu dianya ciut duluan. Nggak nafsu! Lama-lama, impoten!”
“Enak aja lo! Kukuh nggak impoten tau!”
“Lho! Nah… ketauan! Dari tadi lo pura-pura nggak ngerti ya! Dasar norak! Sok-sok nggak tau rasanya orgasme. Bawa-bawa nama Tuhan lagi!”
Bantal kursi paling gede pun langsung mendarat tepat di jidat nong-nong Nia yang masih tersipu malu.

Wednesday, May 11, 2005

Narsis

Narsisisme, Pembelaan Diri

Ada satu experience aneh yang sampai sekarang membuatku phew! … … …
Stress yang kuterima seminggu yang lalu udah mulai terasa nggak bersahabat. Super jenuh! Padahal menurut teori organisasi, stress dengan dosis tertentu bisa memotivasi kita untuk bekerja lebih baik. Tapi kayaknya tekanan yang kuterima di kantor belakangan ini udah overload!
Yang kubutuhkan itu cuti. Sial, si boss nggak ngijinin. Jadi, berangkatlah aku malam itu ke lounge X yang lagi hip banget di Jakarta. Di sana aku ketemu teman lama plus temen-temen kantornya yang sama-sama ngerasain midweek stress, salah satunya Kamila, cewek tinggi berkulit putih berambut ikal, dengan mata almond shaped yang menawan.
Asyik ketawa-ketiwi, dance around, drink some wine, and get tipsy. Saat itu kelebihan cairan tubuhku seperti nggak tahan untuk mengalir deras dari saluran urine-ku. Pergilah aku ke toilet. Tumben sepi. Cuma ada satu booth yang terisi. Itu pun nggak dikunci. Ternyata Kamila, lagi nyembah toilet gara-gara kebanyakan minum. Kasian!
Reflek aku memijat pundak sampai lehernya. Gile! Cewek ber-halter top gold ini kok kulitnya halus banget ya? Jarang banget aku liat cewek berkulit punggung mulus tanpa jerawat kayak gitu. Kupijat, kupijat, dan kupijat. Anjir! Mending gue cabut!
Dalam perjalanan pulang, aku berusaha menyingkirkan pikiranku tadi. Ngeri!
Narcist! Mungkin cuma gara-gara gue narcist!
Sampe rumah, kucari halaman demi halaman Postfeminism-nya Ann Brooks. Ini dia : ‘narsisisme primer, di mana energi seksual ditujukan ke arah diri sendiri, merupakan karakteristik tahap-tahap perkembangan psikoseksual pragenital’. Maksudnya? Nggak tau juga sih.
Pengertianku, kita punya kecenderungan mengagumi diri sendiri, jadi waktu kita melihat keindahan seseorang yang menyerupai diri kita, kita cenderung untuk mengaguminya, menyukainya, bahkan mungkin mencintainya. Salah besar? Bisa jadi. Aku cuma mencari pembelaan diri.
There I was, feeling the most impossible feeling I’ve never thought I’d feel. For a sec I was thinking how soft her skin was, how nice it felt to rub her skin, to caress her, to hold her, … Aaarrrrggghhhh! Stop it!
Is it possible that somewhere down there, hidden perfectly that no one even ourselves would have seen, there’s a very extremely tiny chance to be gay? To be felt by someone who knows exactly how to treat us? To feel somenone who wanna be felt exactly like we do?

Thursday, March 31, 2005

Natural Orgasm

Pernah mengalami orgasme? Buat yang masih virgin atau yang masih dianggap virgin mungkin bakal langsung bilang, ‘Iih… ya nggak lah!’. Aku masih perawan, dan aku baru aja merasakan orgasme. Malu sih mengakuinya, tapi tau nggak? Rasanya tuh, waaah… legaaaaaa banget!
Ceritanya gini. Aku lagi di warnet malam itu, dan emang dari sebelum masuk warnet aku udah ngerasa kedinginan terus. Maklum, akhir-akhir ini kan sering ujan sepanjang hari. Secara logika, hampir nggak mungkin aku bisa orgasme. Wong lagi di tempat umum, dan kebetulan I had my period.
Udara dingin bikin aku makin cepat terangsang. Padahal, tempat paling mungkin satu-satunya cuma WC umum yang ada di belakang warnet. Boro-boro bisa orgasme. Biasanya aku paling males masuk ke WC umum. Bau dan jorok! Aduh, tapi gimana ya? Nggak tahan lagi sih.
Gara-gara nggak bisa ngontrol diri, akhirnya aku buru-buru masuk ke toilet yang bau itu. Cepet-cepet aku buka celana panjangku yang lumayan ketat. Duuuh… susah amat bukanya!
Celana luar dan dalam baru bisa diturunkan sampai paha, tapi… Shit! Ahh…ahh… udah keburu keluar nih! I think I just had an orgasm! A natural orgasm! Rasanya? Gile! Rrruaarrrr biasa! Leguaaaaaa…!!!
Mau keluar WC, tapi gimana ya? Malu! Nanti ketauan orang-orang lagi. Mana aku masih mau ngemail satu orang lagi.
Setelah meyakinkan diri nggak ada orang yang bakal notice, akhirnya aku keluar dengan muka sok dibiasa-biasain. PD aja! Celana basah aku tutup sama hooded sweater abu-abu kesayanganku.
Hoop la! Sial! Rasanya paha lengket banget.
Duduk tenang – ngemail – selese - bayar ke kasir - keluar warnet - pulang.
Sampe rumah aku buka lemari, nyari pembalut, boxer short, handuk, dan sabun. Buru-buru ke kamar mandi.
Phew! Akhirnya, bisa pake pakaian bersih. Double sial! Sekarang harus nyuci celana panjang yang kena pipis tadi.

Wednesday, March 23, 2005

Birthday Letter

A Letter To One Of Dharma's Most Important Persons

Dharma found this letter under her door this morning. It's not addressed to her, but I know who's the addressee and whom the letter was sent to. Her creator wrote this letter to the most important person in makin her creator's dream came true. Repeat, her creator Danni Junus made this, not Dharma!

Bandung, 23 Mar 2005

Dearest Adri,

I was only a dreamer once,
with a broken heart and a shattered life.
Then I met this man.

Life changed.
All the pieces of my rotten heart and life
are glued piece by piece
because of this man.
Then I became a woman,
wholly.

My old dreams reawakened
because of him.
Faith, force, facing fear, fierce releasing,
all learned together with this man.

Here I am,
became a writer,
mostly for this man.

Today's your birthday. With this letter you should know that the phrase 'this man' refers to you.
Happy birthday! Thanks for bringing one's life to be this great! I think it's a gift no one else has. And it's a purrfect birthday gift to let you know what God gives to only you. :)

With love,

Danni Junus

Saturday, March 12, 2005

Sebuah artikel dalam D"side Magz, March 2005

Make your March Meaningful

(for your love ones)

Bulan apa yang menurut kamu paling meaningless, dalam arti nggak berkesan apa-apa? Mungkin kebanyakan orang akan bilang ‘hmmm… sepertinya bulan maret ya…’. Yup! Saya pun pada awalnya berpikiran yang sama. Gimana nggak? Di Januari ada tahun baru. Februari, apalagi kalau bukan Valentine’s Day. April, april mop dong.

Maret yang panjang (inget! 31 hari lho!) terkesan kurang berarti buat kebanyakan orang. Padahal kalau kita mau belajar lebih banyak, di bulan ini ada banyak kejadian yang membuat hidup manusia selangkah lebih maju. Misalnya, selalu di bulan maret selama beberapa kali terjadi pergerakan wanita di berbagai belahan dunia. Makanya, nggak heran kalau kemudian tanggal 8 Maret itu dinobatkan sebagai Hari Wanita Sedunia. Nggak cuma itu aja, spaceshuttle pertama di dunia, galaxy ditemukan, dan juga Bandung Lautan Api, semuanya terjadi di bulan Maret. Di bulan ini pula terlahir orang-orang hebat, seperti Michaelangelo, Van Gogh, Einstein, dan Elton John. Bahkan W.R. Supratman, komposer lagu Indonesia Raya, juga lahir di tanggal 9 Maret, yang akhirnya dikenal sebagai Hari Musik Indonesia.

Masih kurang berarti? Ok. Kalau begitu coba dengan pendekatan lain. Buat saya, bulan Maret juga tidak akan seberarti sekarang ini kalau saja orang terdekat saya tidak berulang tahun di bulan ketiga dalam setahun ini. Bahkan sejujurnya saya memilih ikut menulis untuk D”Side di bulan Maret juga gara-gara mau memberikan sesuatu yang berbeda pada orang itu.

Nah… kalau lagi pada bingung mau ngasih kado apa buat orang yang kamu sayangin, saya punya tips sederhana. Tenang! Cuma perlu nyediain pulsa aja.

Kadang kata-kata itu jauh lebih berharga daripada kado. Jadi, coba deh, kamu kirim sms buat mereka yang ulang tahun mulai dari pergantian hari (jam 00.00 di hari H-nya). Sebenernya cara ini paling pas kalau orang terdekat kamu itu ulang tahun yang ke-24.

Sms pertama harus dikirim past jam 00.00 di hari-H dia berulang tahun. Ini sebagai pengganti ucapan selamat buat temen kamu waktu dia berumur satu tahun. Contoh isinya, ‘Hi! Happy birthday! This is 4 ur 1st birthday I’ve missed 22 years ago, when I was still wearing diapers, and couldn’t even hold a cellphone J’

Ucapan ulang tahun yang kedua buat special friend kamu dikirim pas jam 01.00. Dan begitu seterusnya sampai jam 23.00 di hari-H.

Mungkin kamu nggak akan percaya sebelum mencobanya, tapi yakin deh kalo temen kamu pasti senang mendapatkan 24 kali ucapan selamat ulang tahun tepat di hari ulang tahunnya.

Saya yakin, karena saya pernah mencobanya, di bulan maret, setahun yang lalu, untuk seseorang yang saya sayangi. Happy birthday dear!

A birthday present for my someone special. It's been a long march finding you! Love you dear!